Kamis, 29 Agustus 2013

Baca dan Pikirkan Apa yang Anda Tulis

Hmmmmm, dan untuk kesekian kalinya saya mencoba kembali ke dunia tulis-menulis dan blogging, setelah sebelumnya saya sudah beberapa kali menelantarkan blog-blog terdahulu (hahahaha.... :p ).

Jujur, secara pribadi saya kurang tertarik dengan dunia tulis-menulis, namun terkadang setelah membaca beberapa tulisan orang lain seringkali menginspirasi saya untuk membuat sebuah tulisan, baik itu berbagi pengalaman, tips, pendapat tentang suatu hal ataupun hanya sekedar curhat colongan.  Karena untuk menulis sesuatu saja baik itu hanya SMS, inbox, update status dll, saya sering membacanya berulang-ulang, mengeceknya, memikirkannya yang pada akhirnya batal saya kirim/publish hahaha... :D . Ketika saya menulis satu kalimat saja terkadang membutuhkan waktu yang lama, sebab saya akan membacanya ulang, jika ada kata-kata yang kurang enak dibaca akan saya ubah, kemudian dibaca lagi, lalu diubah lagi, dibaca lagi, masih kurang enak saya ubah lagi, seperti halnya saya menulis satu kalimat ini hahahha, entah berapa lama satu postingan ini akan selesai :p . Oleh karena itu, saya cenderung lebih menyukai menyampaikan atau membaginya langsung secara lisan hehehe.

Selain saya, mungkin sebagian pembaca di sini juga merasakan hal yang sama. Bagi saya, ketika suatu tulisan itu akan dibagikan ke publik yang tentunya akan dibaca oleh semua orang, minimal oleh teman-teman kitalah, maka isi tulisan itu sangat penting, baik itu pemilihan kata atau tanda baca.

Banyak terjadi kesalahpahaman gara-gara kita atau orang lain salah mengartikan maksud dari isi tulisan tersebut, tidak apalah jika hal tersebut bisa dimaklumi satu sama lain, namun yang sangat disayangkan jika hal itu malah berbuntut panjang. Kasus yang paling sederhana, jika kita mengirim atau membaca SMS dari teman. Karena isi SMSnya rancu (bahasa kerennya ambigu hahahaha) terjadilah salah paham yang bisa saja berakhir dengan ribut (khususnya kalau sudah melibatkan masalah pribadi hehehe). Kasus lainnya yaitu ketika kita membuat sebuah postingan di jejaring sosial. Apa yang kita pikirkan belum tentu sama dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain. Apalagi ini di jejaring sosial lho, akan banyak yang membaca (ya kalau memang pertemanannya/followernya banyak :p), dan mungkin akan banyak juga penafsiran lain dari maksud postingan itu. Seperti halnya banyak artis yang tersandung masalah hanya karena sebuah postingan di account jejaring sosialnya (kalau masalah ini sudah ada campur tangan media infotaiment yang terkadang terlalu melebih-lebihkan beritanya -_- ).

Selain itu, penggunaan tanda baca juga dapat mengakibatkan terjadinya salah paham. Untuk saya pribadi, saya sedikit terganggu dengan penggunaan tanda baca seru (!) yang benar-benar tidak mengindikasikan emosi yang sangat. Saya seringkali memprotes beberapa teman saya yang menggunakan tanda ini jika mereka tidak benar-benar merasa marah. Bukan masalah rewel atau bagaimana, saya terkadang menyalahartikan maksud pesan yang diakhiri dengan tanda seru, padahal mereka (yang mengirim pesan tersebut) beranggapan biasa saja dan sama sekali tidak ada maksud marah atau emosi. Hal ini juga mungkin dipengaruhi oleh pengalaman saya saat bekerja sebagai editor di sebuah penerbit. Saya ditekankan untuk meminimalisir penggunaan tanda seru, karena tanda ini seringkali terkesan negatif (dalam arti mengindikasikan emosi).

Oleh karena itu, sebelum kita memposting suatu tulisan, pesan dan lain sebagainya, alangkah baiknya kita baca terlebih dahulu, kita pikir ulang apakah tulisan/pesan itu layak kita bagikan/dibaca oleh orang lain. Selain itu, khusus di jejaring sosial/blog, apa yang kita rasakan atau yang kita lakukan tidak harus kita jadikan sebuah postingan/status/komentar yang harus dibaca oleh semua orang. Percaya tidak percaya, terkadang hal tersebut malah akan memicu timbulnya masalah baru, apalagi jika hal itu menyangkutpautkan seseorang, kelompok ataupun instansi (ngingetin diri sendiri juga :) ).

Kalau ada pepatah "mulutmu Harimaumu", maka bagi saya tulisanmu juga bisa jadi Harimaumu.

(Akhirnya selesai juga setelah empat jam....hahahhaha :D )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar